Minggu, 15 Juni 2014

Menjadi seorang pegawai negeri merupakan dambaan hampir semua pencari kerja, karena bekerja sebagai pegawai negeri mempunyai beberapa “kelebihan”, seperti status sosial yang masih tinggi, adanya dana pensiunan, kejelasan gaji dan jenjang karir/jabatan, resiko kecil untuk di PHK dan lainnya dibandingkan bekerja di perusahaan swasta maupun menjadi wiraswasta. Setiap ada lowongan penerimaan pegawai negeri, hampir dipastikan jumlah pendaftar jauh melebihi daya tampung formasi yang dibutuhkan. Untuk itu pemerintah memberlakukan seleksi untuk memilah dan memilih calon pegawai yang benar-benar layak, profesional dan ahli di bidangnya sehingga tujuan dari rekruitmen pegawai nantinya akan tercapai. Pola seleksi yang digunakan pada umumnya berupa tes tertulis, yang akan menguji kemampuan calon pegawai

SEKILAS TENTANG SELEKSI CPNS

A.   Latar Belakang
          Pegawai negeri adalah pegawai yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di Indonesia ada beberapa macam jenis pegawai negeri yang ditempatkan diberbagai instansi atau lembaga, antara lain:
  1. Pegawai Negeri Sipil yang gajinya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan bekerja pada Departemen, Lembaga Non Departemen, Kesekretariatan Lembaga tertinggi/Tinggi Negara, dan kepaniteraan pengadilan.
  2. Pegawai Negeri Sipil Pusat yang bekerja pada perusahaan jawatan.
  3. Pegawai Negeri Sipil Pusat yang diperbantukan atau dipekerjakan pada daerah otonom.
  4. Pegawai Negeri Pusat Pusat yang berdasarkan suatu peraturan perundang-undangan diperbantukan atau dipekerjakan pada badan lain, seperti perusahaan umum, yayasan, dan lain-lain.
  5. Pegawai Negeri Sipil Pusat yang menyelenggarakan tugas negara lain, seperti hakim pada pengadilan negeri, pengadilan tinggi, dan lain-lain.

Syarat seseorang diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah seseorang tersebut terlebih dahulu berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Seorang pelamar yang berminat menjadi CPNS tentunya harus melalui tahap-tahap penjaringan CPNS, diantaranya lolos mengikuti ujian tertulis yangt diselenggarakan oleh pemerintah. Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) adalah pegawai yang baru lulus tes seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil tahap pertama. Calon Pegawai Negeri Sipil belum mengikuti kewajiban untuk memenuhi syarat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan gaji 100%. Mereka digaji dengan persentase sejumlah 80% berdasarkan SK CPNS yang telah ditentukan dengan berpedoman pada undang-undang yang berlaku di Indonesia.

B.  Tujuan
Di Indonesia hampir setiap tahun diadakan rekruitmen CPNS untuk memenuhi kebutuhan pegawai, disamping untuk mengganti pegawai yang telah memasuki masa pensiun, diberhentikan atau meninggal. Oleh karena perbandingan antara jumlah formasi CPNS dengan jumlah pelamar yang hampir tiap tahun semakin tinggi, maka diadakan sistem seleksi, dengan tujuan terpenuhinya CPNS yang memiliki karakteristik pribadi selaku penyelenggara pelayanan public, mampu berperan sebagai perekat NKRI (memiliki wawasan kebangsaan), memiliki intelegensia tertentu, untuk dapat dikembangkan kemampuan dan kinerjanya serta CPNS yang kompeten sesuai tuntutan jabatan

C.    Pola dan Materi Seleksi
       Pola seleksi CPNS oleh pemerintah menggunakan tes tertulis atau wawancara, yang        dikelompokkan sebagai berikut:
       1.   Tes Kompetensi Dasar (TKD)
              a.   Tes Wawancara Kebangsaan
              b.   Tes Intelegensia Umum
              c.   Tes Karakteristik Pribadi
       2.    Tes Kompetensi Bidang (TKB)

                  Kiat Lolos Tes CPNS
Karakteristik soal-soal tes tertulis CPNS sangat unik, variatif dan luas sehingga kesuksesan seorang pelamar untuk lolos tes ini tidak semata-mata hanya mengandalkan kepandaian saja. Banyak factor yang mempengaruhi seorang pelamar untuk dapat lolos tahap ini. Secara teknis, berikut ini ada beberapa kiat agar lolos tes tertulis CPNS:
1.   Berpikir positif
Berpikir positif adalah sikap mental, pikiran dan gagasan yang bernilai positif atau baik dalam rangka tercapainya suatu cita-cita atau tujuan tertentu. Sikap ini sangat diperlukan dalam menghadapi seleksi CPNS, ibaratnya kita akan berjuang dalam suatu peperangan, maka sebelum perang hendaknya mental dan pikiran kita sudah siap, matang dan yakin akan mampu memenangi peperangan tersebut. Tidak sebaliknya, kita sudah takut, menyerah dan apriori akan peperangan itu. Sikap ini sangat mempengaruhi kesuksesan seseorang karena akan menumbuhkan semangat motivasi untuk mencapai tujuan yang diimpikan. Dengan sikap ini seseorang akan menyiapkan segala sesuatu, mengerahkan segala daya upaya dan pikirannya unuk menghadapi permasalahan dan akhirnya mampu menyelesaikan masalah tersebut.
2.   Disiplin belajar
Pergunakan waktu sebaik mungkin untuk belajar sebanyak-banyaknya tentang tipe-tipe soal yang diujikan dalam seleksi CPNS
3.   Tambah referensi belajar
Soal-soal ujian CPNS sangat variatif dan luas, dan bahkan memuat materi-materi yang terjadi pada masa sekarang (update), oleh karena itu kalian harus memperbanyak sumber belajar, seperti internet, koran, televisi dan media massa lainnya.
4.   Memahami dan menguasai tipe-tipe materi soal CPNS sesuai kualifikasi yang diminati.
Ibaratnya kita akan menuju suatu kota asing, tentunya supaya sampai kesana, kita harus mengetahui rute jalannya dengan mempelajari peta. Kalian ingin lolos tes CPNS tentunya harus mampu mengerjakan, untuk dapat mengerjakan tentunya harus memahami dan mengetahui tipe-tipe soalnya. Oleh karena itu, perlu sekali untuk memprediksi tipe dan materi soal dengan mempalajari soal-soal tes CPNS pada tahun-tahun sebelumnya
5.   Berdo’a kepada Tuhan
Dalam menjalani kehidupan atau untuk mencapai cita-cita setiap manusia wajib berusaha meraihnya, dengan tidak lupa untuk memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa supaya mengabulkannya.

C. Materi Matematika Tes CPNS

    Materi matematika untuk tes CPNS terdiri dari : arithmatika, aljabar, geometri, barisan dan deret, statistika serta logika dan penalaran



Tidak ada komentar:

Posting Komentar